banner 728x250

Bupati Sidoarjo Pastikan Tak Ada Santri Meninggal dalam Dugaan Keracunan Massal

banner 120x600
banner 468x60

 

Seputarkasus.id||Sidoarjo – Bupati Sidoarjo H. Subandi memastikan tidak ada santri yang meninggal dunia dalam kejadian dugaan keracunan massal di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

banner 325x300

Kepastian tersebut disampaikan setelah Bupati Subandi bersama jajaran mengecek langsung kondisi para santri yang mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan. Kunjungan dilakukan pada Selasa malam (1/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sidoarjo Eri Sudewo.

Bupati bersama rombongan terlebih dahulu mendatangi Pondok Pesantren Mambaul Hikam. Setelah itu, rombongan mengecek kondisi santri yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, di antaranya RS Delta Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

Subandi menegaskan bahwa tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Seluruh santri yang menjalani perawatan telah mendapatkan penanganan medis dan kondisi mereka disebut berangsur membaik.

“Tidak ada yang meninggal. Semua pasien sudah tertangani dengan baik. Kalau nanti ada berita yang menyebut ada yang meninggal, itu tidak benar. Kami sudah memastikan dan mengecek langsung kondisi para santri di rumah sakit,” tegas Subandi saat berada di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

Berdasarkan data sementara RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, sekitar 200 santri mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit. Sebagian di antaranya disebut sudah dalam kondisi membaik dan dapat segera diperbolehkan pulang.

Sementara itu, lebih dari 58 santri menjalani perawatan di RS Siti Hajar. Kondisi para santri dilaporkan baik dan mendapatkan penanganan dari tenaga medis.

Pemkab Sidoarjo juga meminta para wali santri untuk tetap tenang dan tidak khawatir. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan rumah sakit hingga seluruh santri dinyatakan pulih.

Selain memastikan pelayanan medis berjalan maksimal, Bupati Subandi menyatakan akan memanggil Dinas Kesehatan serta Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Sidoarjo untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.

Pemeriksaan nantinya akan mencakup kelayakan makanan, mulai dari proses pengolahan hingga penyajian. Aspek perizinan penyedia makanan juga akan diperiksa bersama dinas terkait.

Jika hasil pemeriksaan memastikan kejadian tersebut disebabkan oleh makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemkab Sidoarjo menyatakan akan segera mengambil langkah tindak lanjut.

Pemkab Sidoarjo memastikan pemantauan dan koordinasi dengan rumah sakit serta instansi terkait terus dilakukan guna memastikan seluruh santri mendapatkan penanganan terbaik hingga kondisi mereka pulih.

( Red / Ferry )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *