banner 728x250

Dramatis! Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Usai Taklukkan Persib Lewat Adu Penalti 6-5, Reza Arya Jadi Pahlawan

banner 120x600
banner 468x60

 

Seputarkasus.id||Gianyar, Bali –Kamis 6 Agustus 2026 Persebaya Surabaya akhirnya mengakhiri penantian panjang dengan menjuarai Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung melalui drama adu penalti 6-5. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit dalam partai final yang berlangsung di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

banner 325x300

Keberhasilan tersebut menjadi gelar perdana Persebaya di ajang Piala Presiden sekaligus mengantarkan Bajul Ijo membawa pulang hadiah sebesar Rp8 miliar. Sosok kiper Reza Arya tampil sebagai pahlawan kemenangan setelah menggagalkan dua tendangan penalti Persib Bandung.

Babak Pertama Berjalan Ketat

Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka namun tetap berhati-hati. Persib Bandung lebih dominan dalam penguasaan bola, sedangkan Persebaya mengandalkan serangan balik cepat yang beberapa kali membahayakan pertahanan Maung Bandung.

Persebaya membuka keunggulan pada menit ke-20 melalui Ramadhan Sananta. Gol bermula dari umpan matang Rahmat Durianto dari sisi half-space yang berhasil diselesaikan Sananta dengan penyelesaian klinis.

Namun keunggulan tersebut hanya bertahan empat menit. Persib berhasil menyamakan kedudukan lewat Matricardi yang memanfaatkan bola liar di depan gawang Persebaya menjadi gol pada menit ke-24.

Hingga turun minum, kedua tim sama-sama memiliki peluang menambah gol. Penampilan gemilang Ernando Ari di bawah mistar Persebaya membuat skor tetap bertahan 1-1.

Adu Strategi di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, kedua pelatih mulai memainkan strategi dengan melakukan sejumlah pergantian pemain.

Pelatih Persebaya Bernardo Tavares memasukkan pemain-pemain segar, termasuk Reza Arya yang menggantikan Ernando Ari di posisi penjaga gawang. Rotasi tersebut bertujuan menjaga intensitas permainan sekaligus menghadapi kemungkinan pertandingan berlangsung hingga perpanjangan waktu.

Persib Bandung juga melakukan beberapa perubahan untuk meningkatkan agresivitas serangan, terutama melalui sektor sayap.

Meski kedua tim saling menyerang, tidak ada gol tambahan hingga waktu normal berakhir. Laga pun dilanjutkan ke babak extra time.

Persib Kehilangan Satu Pemain

Pada babak perpanjangan waktu, tempo pertandingan mulai menurun akibat kelelahan yang dialami para pemain.

Situasi semakin sulit bagi Persib Bandung setelah Mariano Peralta menerima kartu merah pada babak kedua extra time sehingga Maung Bandung harus bermain dengan 10 orang.

Meski unggul jumlah pemain, Persebaya belum mampu memanfaatkan peluang untuk mencetak gol kemenangan. Skor 1-1 bertahan hingga akhir perpanjangan waktu.

Adu Penalti Penuh Drama

Babak adu penalti menjadi penentuan juara.

Reza Arya langsung mencuri perhatian dengan menggagalkan tendangan pertama Persib. Persebaya sempat berada di atas angin, namun kegagalan Yuran Fernandes dan Walber Mota membuat Persib berhasil menyamakan kedudukan sehingga pertandingan berlanjut ke babak sudden death.

Dalam momen paling menentukan, Reza Arya kembali melakukan penyelamatan penting yang membuka jalan bagi Persebaya memastikan kemenangan 6-5 dalam adu penalti.

Peluit panjang pun disambut selebrasi para pemain, ofisial, dan ribuan Bonek yang memadati stadion.

Reza Arya Persembahkan Gelar untuk Bonek

Usai pertandingan, Reza Arya mengaku bersyukur dapat membawa Persebaya menjadi juara.

Alhamdulillah, ini penantian panjang Persebaya akhirnya bisa juara lagi. Terima kasih kepada keluarga, orang tua, calon istri, dan seluruh Bonek serta Bonita yang selalu memberikan doa dan dukungan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilannya menggagalkan dua tendangan penalti tidak lepas dari rasa percaya diri serta keyakinannya kepada Allah SWT.

Saya hanya percaya diri. Apa pun hasilnya sudah menjadi ketetapan Allah SWT. Alhamdulillah bisa membantu tim.

Bernardo Tavares: Kami Layak Menjadi Juara

Pelatih Bernardo Tavares menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh pemain selama turnamen.

Menurutnya, jadwal pertandingan yang padat membuat kondisi fisik pemain terkuras. Namun semangat juang para pemain membuat Persebaya mampu bertahan hingga akhirnya keluar sebagai juara.

Ia berharap trofi Piala Presiden 2026 menjadi modal berharga untuk menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.

Juara Baru Piala Presiden

Keberhasilan Persebaya menjuarai Piala Presiden 2026 menjadi catatan bersejarah bagi klub kebanggaan Kota Surabaya. Selain mengangkat trofi perdana di ajang tersebut, kemenangan atas Persib Bandung membuktikan kualitas, mental juara, serta kedalaman skuad yang dimiliki Bajul Ijo.

Dengan hadiah sebesar Rp8 miliar dan kepercayaan diri yang semakin tinggi, Persebaya kini siap menatap kompetisi Super League 2026/2027 dengan target mempertahankan performa terbaiknya dan kembali bersaing di papan atas sepak bola Indonesia.

( Red  / Ferry )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *