banner 728x250

Gol Telat Alex Martins dan Nyanyian Bonek, Persebaya Taklukkan PSIM 1-0

banner 120x600
banner 468x60

 

Seputarkasus.id||Surabaya —Minggu 13  September 2026 Persebaya Surabaya mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas PSIM Yogyakarta dalam laga kandang perdana di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Gol kemenangan Bajul Ijo dicetak Alex Martins pada menit ke-81.

banner 325x300

Sejak menit awal, kedua tim tampil dengan tempo tinggi. Persebaya langsung berusaha menguasai permainan melalui tekanan intens dan pertahanan yang solid. Para pemain Bajul Ijo bekerja keras menutup ruang gerak pemain PSIM.

Memasuki menit ke-15, PSIM mulai mampu keluar dari tekanan. Pertandingan pun berjalan lebih seimbang dengan kedua tim bergantian membangun serangan.

PSIM mencoba membuka ruang melalui Adrian yang mengirimkan bola kepada Ruzan. Bola kemudian diteruskan kepada Wander, sementara Mingo berupaya mengalirkannya ke area tengah. Namun, skema tersebut berhasil dibaca oleh pemain Persebaya sehingga penguasaan bola kembali beralih.

Pertarungan sengit juga terjadi di lini tengah. Kedua tim mampu menjaga konsolidasi pertahanan dengan baik. Sempat terjadi kesalahan komunikasi ketika umpan Cahya kepada Ruzan tidak sempurna dan hampir dimanfaatkan Sananta.

Sananta tampil agresif sejak awal pertandingan. Ia beberapa kali menekan pemain lawan dan berusaha mengejar setiap bola. Duel di lini depan pun menjadi salah satu bagian menarik sepanjang babak pertama.

PSIM kembali berupaya membangun serangan melalui Savio Seva yang mengalirkan bola kepada Abiyoso. Ruzan bergerak mencari ruang dan sempat mencoba melepaskan tembakan, tetapi pergerakannya dihentikan Mabel.

PSIM Bermain dengan 10 Pemain

Memasuki babak kedua, Persebaya meningkatkan intensitas serangan. Situasi semakin menguntungkan Bajul Ijo setelah PSIM harus bermain dengan 10 pemain.

A. Purzycki menerima kartu merah pada menit ke-49. PSIM pun harus melanjutkan pertandingan dengan kekurangan satu pemain.

Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Persebaya untuk meningkatkan tekanan. Bajul Ijo mencoba membongkar pertahanan PSIM melalui serangan dari sisi sayap, kombinasi lini tengah, serta situasi bola mati.

Persebaya beberapa kali memperoleh sepak pojok dan mengarahkan bola ke dalam kotak penalti. PSIM merespons dengan menempatkan lebih banyak pemain di area pertahanan.

Sadil sempat mengirimkan bola ke kotak penalti untuk mencari sundulan Glestian. Namun, lini belakang PSIM masih sigap menghalau ancaman tersebut.

Persebaya terus mengonsolidasikan serangan. Pertukaran posisi di sisi kanan dan kiri membuat permainan Bajul Ijo semakin dinamis. Di sisi lain, PSIM berusaha menjaga organisasi pertahanan sembari mengandalkan serangan balik.

Peluang demi peluang berhasil diciptakan Persebaya. Namun, penyelesaian akhir belum mampu mengubah skor.

Alex Martins Jadi Pembeda

Gol yang dinanti akhirnya hadir pada menit ke-81. Alex Martins, yang masuk dari bangku cadangan, mendapatkan kesempatan di dalam kotak penalti.

Dengan tenang, striker asal Brasil tersebut melepaskan tendangan yang berhasil menaklukkan Cahya Supriadi.

Persebaya unggul 1-0 atas PSIM Yogyakarta.

Gol tersebut menjadi jawaban atas alasan Persebaya mendatangkan Alex Martins. Ketika sebuah tim mampu menciptakan banyak peluang, dibutuhkan pemain yang dapat mengubah satu kesempatan menjadi gol.

Catatan 67 gol dari 90 pertandingan bersama Dewa United menjadi gambaran ketajaman Alex Martins sebagai seorang striker. Naluri predatornya terlihat ketika ia mendapatkan ruang di dalam kotak penalti.

Peluang bertubi-tubi yang didapat Persebaya sebelumnya belum membuahkan hasil. Namun, ketika kesempatan datang kepada Alex Martins, ia langsung mampu memanfaatkannya.

Sekali mendapatkan bola di dalam kotak penalti, Alex Martins berubah menjadi ancaman serius bagi pertahanan lawan. Pada momen tersebut, Pandur Apon gagal mengantisipasi kemunculan sang striker di posisi berbahaya.

Keunggulan 1-0 bertahan hingga pertandingan berakhir. Persebaya pun mengamankan tiga poin penting dalam laga kandang perdana mereka.

Sportivitas dan Kehangatan di GBT

Usai pertandingan, suasana hangat terlihat di Stadion Gelora Bung Tomo. Para pemain dari kedua tim saling bersalaman dan menunjukkan sportivitas setelah melewati pertandingan yang berlangsung sengit.

Salah satu sosok yang mendapat perhatian adalah Zé Valente. Mantan pemain Persebaya pada musim 2023–2024 itu kembali hadir di GBT sebagai bagian dari PSIM Yogyakarta.

Kehadiran Zé Valente menghadirkan suasana emosional tersendiri karena ia pernah menjadi bagian dari Bajul Ijo.

Para pemain PSIM juga menghampiri suporter mereka. Dukungan besar diberikan para pendukung PSIM yang rela menempuh perjalanan darat selama berjam-jam untuk menyaksikan langsung tim kesayangannya berlaga di Surabaya.

Meski harus menerima kekalahan, para pemain PSIM tetap mendapatkan apresiasi dari suporternya. Penampilan mereka dinilai cukup baik, terutama pada babak pertama ketika masih mampu mengimbangi permainan Persebaya.

Perubahan besar terjadi setelah PSIM kehilangan satu pemain akibat kartu merah. Bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit membuat PSIM harus menghadapi tekanan yang jauh lebih besar hingga akhirnya kebobolan pada menit ke-81.

Hasil tersebut menjadi kekalahan pertama PSIM setelah sebelumnya bermain imbang melawan Persita. Pada pekan berikutnya, PSIM akan kembali bermain di kandang dan berupaya bangkit dari kekalahan di GBT.

GBT Belum Beranjak

Di tengah kemenangan Persebaya, dukungan Bonek menjadi pemandangan menarik pada akhir pertandingan.

Ribuan Bonek belum beranjak dari Stadion Gelora Bung Tomo. Mereka tetap bertahan di tribun, menyanyikan lagu-lagu dukungan, dan memberikan semangat kepada para pemain Persebaya yang memastikan kemenangan 1-0 atas PSIM Yogyakarta.

Nyanyian para suporter menjadi penutup sempurna bagi laga kandang perdana Bajul Ijo. Kemenangan tipis melalui gol Alex Martins pada menit ke-81 disambut dengan antusiasme luar biasa oleh Bonek.

Dari lapangan hingga tribun, malam di Gelora Bung Tomo menjadi milik Persebaya. Alex Martins menjadi pembeda di lapangan, sementara ribuan Bonek menjadi energi yang terus menghidupkan GBT hingga pertandingan benar-benar usai.

( Red / Ferry )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *