banner 728x250

Persebaya Melaju ke Final Piala Presiden 2026, Gol Tunggal Yuran Fernandes Hentikan Perlawanan Heroik Arema FC

banner 120x600
banner 468x60

 

Seputarkasus.id||Gianyar, Bali – Derby Jawa Timur pada babak semifinal Piala Presiden 2026 berlangsung sengit dan penuh drama. Bertanding di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Persebaya Surabaya berhasil mengamankan tiket ke partai final usai menaklukkan rival abadinya, Arema FC, dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang Yuran Fernandes menjadi pembeda sekaligus mengantarkan Bajul Ijo menghadapi Persib Bandung di laga puncak.

banner 325x300

Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan permainan terbuka dengan tempo tinggi. Arema FC tampil agresif melalui skema transisi cepat dan serangan balik yang dibangun oleh Betinho, Diego Landis, John Alfarizi, Matheus da Conceição, dan Vinicius. Sejumlah peluang berhasil diciptakan Singo Edan, namun rapatnya pertahanan Persebaya membuat setiap ancaman gagal berbuah gol.

Di sisi lain, Persebaya tampil lebih efektif. Tim mampu menjaga organisasi permainan dengan baik sekaligus mengandalkan serangan balik cepat melalui Rivera, Miguel Pereira, Jefferson, dan Malik Rizaldi. Pertarungan di lini tengah berlangsung ketat, dengan kedua tim saling berebut penguasaan permainan.

Kebuntuan akhirnya pecah menjelang turun minum. Berawal dari situasi bola mati, Yuran Fernandes berhasil memenangkan duel udara di tengah kepungan pemain Arema FC. Sundulan kerasnya meluncur ke sudut gawang dan gagal dijangkau penjaga gawang Arema. Gol tersebut menjadi gol kedua Yuran Fernandes di ajang Piala Presiden 2026 sekaligus membawa Persebaya unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Arema FC meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Betinho menjadi motor permainan di lini tengah, sementara lini depan terus berupaya membongkar pertahanan Bajul Ijo.

Salah satu pemain yang mencuri perhatian adalah Ahmad Maulana Sharif. Bek muda Arema FC itu tampil disiplin dan penuh percaya diri saat mengawal pergerakan Miguel Pereira. Meski tidak selalu berhasil merebut bola, Ahmad Maulana mampu memperlambat aliran serangan lawan dan memberi kesempatan rekan-rekannya kembali menyusun pertahanan.

Persebaya tetap bermain efektif dengan mengandalkan kombinasi Rivera, Miguel Pereira, Jefferson, dan Malik Rizaldi. Beberapa peluang tercipta di kedua kubu. Jefferson sempat melepaskan tendangan keras yang memaksa penjaga gawang Persebaya melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga keunggulan timnya.

Memasuki pertengahan babak kedua, tensi pertandingan semakin meningkat. Duel-duel keras tak terhindarkan sehingga wasit beberapa kali mengeluarkan kartu kuning untuk menjaga jalannya pertandingan tetap kondusif.

Pada menit ke-63, Ahmad Maulana Sharif ditarik keluar setelah tampil impresif sepanjang pertandingan. Meski belum mampu bermain penuh selama 90 menit, penampilannya mendapat apresiasi berkat kedisiplinan, keberanian, dan konsistensinya menjaga lini belakang Arema FC.

Dua menit kemudian, pertandingan memasuki momen paling menentukan. Miguel Pereira berhasil lolos dari kawalan Diego Landis dalam sebuah serangan balik cepat yang berpotensi menjadi peluang emas. Dalam upaya menghentikan laju lawannya, Diego Landis melakukan pelanggaran dari belakang.

Wasit Chandra tanpa ragu mengeluarkan kartu merah langsung kepada Diego Landis karena dianggap menggagalkan peluang mencetak gol. Keputusan tersebut sempat diprotes oleh para pemain Arema FC, namun wasit tetap pada pendiriannya.

Bermain dengan 10 pemain membuat Arema FC harus mengubah strategi. Meski kalah jumlah pemain, Singo Edan tetap menunjukkan semangat juang tinggi dan terus berusaha menyamakan kedudukan hingga peluit panjang dibunyikan.

Sementara itu, Persebaya tampil semakin tenang dalam mengendalikan jalannya pertandingan. Lini belakang yang dikomandoi Yuran Fernandes tampil disiplin dan mampu menggagalkan setiap upaya serangan Arema hingga skor 1-0 bertahan sampai laga usai.

Kemenangan ini memastikan Persebaya Surabaya melangkah ke final Piala Presiden 2026 untuk menghadapi Persib Bandung. Sepanjang turnamen, Bajul Ijo menunjukkan konsistensi yang impresif dengan menyapu bersih empat pertandingan, mengoleksi 12 poin, mencetak lima gol, dan hanya kebobolan satu gol. Seluruh kemenangan tersebut diraih dengan selisih satu gol, mencerminkan efektivitas permainan yang diterapkan tim.

Usai pertandingan, Yuran Fernandes mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan tersebut. Menurutnya, lolos ke final merupakan target yang telah ditetapkan sejak awal turnamen. Ia menegaskan seluruh pemain kini akan fokus menjalani pemulihan kondisi sebelum menghadapi Persib Bandung di partai puncak.

Di sisi lain, meski harus mengakui keunggulan rivalnya, Arema FC tetap layak mendapat apresiasi. Singo Edan memperlihatkan permainan yang kompetitif, organisasi tim yang baik, serta semangat pantang menyerah hingga akhir pertandingan. Penampilan Ahmad Maulana Sharif juga menjadi salah satu sorotan berkat performanya yang konsisten dan penuh determinasi.

Dengan hasil ini, Piala Presiden 2026 menyisakan dua pertandingan terakhir. Final akan mempertemukan Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung, sedangkan laga perebutan peringkat ketiga akan mempertemukan Arema FC menghadapi Persija Jakarta.

Derby Jawa Timur kali ini menjadi milik Persebaya Surabaya. Sundulan Yuran Fernandes menjadi pembeda sekaligus membawa Bajul Ijo selangkah lebih dekat menuju impian meraih gelar juara Piala Presiden 2026.

( Red / Ferry )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *