banner 728x250

Dunia Pendidikan Tercoreng, Skandal Guru dan Kepala Sekolah di Kayong Utara Terbongkar

banner 120x600
banner 468x60

Kayong Utara, Kalimantan Barat, Seputarkasus.id  – Warga Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, digegerkan dengan penggerebekan terhadap seorang oknum kepala sekolah yang diduga melakukan perbuatan tidak senonoh dengan seorang guru berinisial NL, pada Senin (20/10/2025).

Menurut keterangan warga yang enggan disebutkan namanya, peristiwa itu terjadi di salah satu rumah di wilayah Simpang Hilir. Warga yang curiga kemudian melakukan penggerebekan dan mendapati keduanya dalam kondisi yang mencurigakan.

banner 325x300

“Laki-laki itu bukan suami sah Bu Guru NL,” ujar salah satu warga.

Atas kejadian tersebut, masyarakat segera melaporkan peristiwa itu kepada anggota DPRD Kayong Utara, karena dianggap mencoreng dunia pendidikan dan merusak moral publik.

Menanggapi laporan warga, Anggota Komisi I DPRD Kayong Utara, Ansori, menegaskan bahwa tindakan tegas harus diambil terhadap oknum guru sekaligus kepala sekolah tersebut.

“Oknum guru NL harus diberikan sanksi tegas berupa pencopotan jabatan. Pemerintah daerah melalui BKPSDM jangan main-main dalam hal ini,” tegas Ansori.

Ia juga menyoroti bahwa Kayong Utara pada tahun 2025 mencatat angka tertinggi kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Kalimantan Barat, sehingga kasus ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama tenaga pendidik.

“Sekolah seharusnya menjadi tempat yang memberikan teladan, bukan malah menimbulkan citra buruk,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi awak media Berita Kompas, Kepala Dinas Pendidikan Kayong Utara, Jumadi Gading, membenarkan bahwa kasus tersebut tengah ditangani pihaknya.

“Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan internal bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM),” ujar Jumadi, Senin (20/10/2025) pukul 10.00 WIB.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kayong Utara, Tasfirani, menyampaikan bahwa pihaknya akan mendampingi proses pemeriksaan dan menunggu hasil dari Dinas Pendidikan.

“Kasus ini sedang ditangani Dinas Pendidikan sebagai atasan langsung yang bersangkutan. Kami akan menindaklanjuti setelah ada pelimpahan resmi,” tutup Tasfirani.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *