banner 728x250

Gara-gara Teguran Antrean BBM, Dua Pria Terlibat Duel Parang di SPBU Amessangeng Wajo

banner 120x600
banner 468x60

Wajo, Sulsel, Seputarkasus.id — Persoalan antrean saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Amessangeng, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, berujung pada pertikaian antara dua pria hingga melibatkan senjata tajam jenis parang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 00.08 WITA. Dua pria yang terlibat dalam kejadian itu adalah Andi Ahmad Fausan (26), pegawai Pertamina, dan Arif Fito Pratama (22), pekerja swasta. Keduanya diketahui merupakan warga Kecamatan Tempe.

banner 325x300

Aksi tersebut akhirnya berhasil dihentikan setelah pegawai SPBU bersama sejumlah warga dan pengantre melerai keduanya. Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Polres Wajo yang menerima laporan kemudian bergerak ke lokasi dan mengamankan kedua pihak.

Kanit URC Resmob Polres Wajo, Ipda Anwar Ali, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, kedua pria diamankan untuk mencegah pertikaian kembali terjadi dan berkembang menjadi aksi yang lebih berbahaya.

“Tim URC Resmob Polres Wajo mengamankan kedua belah pihak yang terlibat pertikaian satu lawan satu menggunakan parang. Keduanya diamankan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan,” ujar Anwar.

Berawal dari Antrean di SPBU

Dari keterangan awal yang diperoleh kepolisian, kejadian bermula ketika Arif Fito mengendarai sepeda motor dari arah Pattirosompe menuju Tampangeng.

Dalam perjalanan, Arif kemudian masuk ke SPBU Amessangeng untuk mengisi BBM. Saat berada di area pengisian, Arif diduga menerobos antrean kendaraan yang sedang menunggu.

Situasi kemudian memanas setelah sepeda motor yang dikendarai Arif disebut menabrak pengendara lain.

Andi Ahmad Fausan yang berada di lokasi kemudian menegur Arif dan meminta agar mengikuti antrean sebagaimana pengendara lainnya.

Namun, teguran tersebut diduga membuat Arif tersinggung. Ia kemudian meninggalkan lokasi SPBU dan pulang ke rumah.

Bukannya persoalan berakhir, Arif justru kembali ke SPBU dengan membawa sebilah parang. Ia kemudian mencari Andi Ahmad Fausan yang sebelumnya menegurnya.

Saling Berhadapan dengan Parang

Melihat Arif datang membawa senjata tajam, Andi kemudian mengambil sebilah parang yang berada di area kebun SPBU.

Keduanya kemudian terlibat cekcok dan saling berhadapan dengan membawa parang. Situasi tersebut sontak membuat pegawai SPBU dan sejumlah pengantre yang berada di lokasi berusaha menghentikan pertikaian.

Beruntung, aksi tersebut berhasil dilerai sebelum terjadi bentrokan yang menyebabkan korban luka.

“Tidak ada korban yang mengalami luka fisik dalam kejadian tersebut,” jelas Anwar.

Setelah berhasil dipisahkan, kedua pria tersebut kemudian diamankan oleh Tim URC Resmob Polres Wajo dan dibawa ke Posko Resmob.

Langkah pengamanan dilakukan sebagai upaya antisipasi agar kedua pihak tidak kembali melakukan aksi kekerasan atau terjadi tindakan lanjutan yang dapat membahayakan masyarakat di sekitar lokasi.

Polisi Periksa Saksi

Selain mengamankan kedua pihak, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang berada di SPBU saat kejadian berlangsung.

Keterangan para saksi diperlukan untuk mengetahui secara lebih jelas kronologi pertikaian, termasuk pemicu awal hingga kedua pria tersebut membawa senjata tajam dan saling berhadapan.

Polisi selanjutnya masih melakukan pemeriksaan serta penanganan terhadap perkara tersebut untuk menentukan proses hukum lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi dan menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur yang baik, terlebih membawa atau menggunakan senjata tajam yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

 

 

Herman

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *