banner 728x250

Indonesia Tahan Malaysia dengan 10 Pemain, Kevin Diks Kecewa atas Kartu Merah Tom Haye

banner 120x600
banner 468x60

 

Seputarkasus.id||Jakarta — Senin 28 September 2026 Timnas Indonesia menunjukkan semangat juang tinggi saat menghadapi Malaysia dalam ajang Pesta Bola ASEAN 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-16 setelah Tom Haye menerima kartu merah, Indonesia tetap mampu bertahan hingga pertandingan berakhir dan meraih satu poin.

banner 325x300

Hasil tersebut memang belum sepenuhnya sesuai harapan para pencinta sepak bola Indonesia. Namun, perjuangan para pemain layak mendapatkan apresiasi karena mereka mampu menghadapi tekanan Malaysia selama kurang lebih satu jam dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.

Martin Paes Jadi Benteng Indonesia

Malaysia lebih dominan dalam penguasaan bola dan terus membangun serangan melalui sektor sayap. Aiman menjadi salah satu pemain yang paling aktif mengeksploitasi sisi pertahanan Indonesia dengan kecepatan serta pergerakannya.

Namun, Calvin Verdonk mampu menjaga area pertahanan dengan disiplin. Beberapa kali pergerakan Aiman berhasil dibaca dan dihentikan sebelum berkembang menjadi peluang berbahaya.

Di bawah mistar, Martin Paes tampil tenang dan menjadi salah satu pemain penting bagi Indonesia. Ia beberapa kali mengamankan tembakan serta umpan silang pemain Malaysia.

Selain Paes, lini pertahanan Indonesia yang diisi Kevin Diks, Elkan Baggott, Rizky Ridho, Nathan Tjoe-A-On, dan pemain lainnya juga bekerja keras mempersempit ruang gerak para penyerang Malaysia.

Indonesia lebih banyak bertahan dengan membentuk blok pertahanan yang rapat. Para pemain berusaha membuat jebakan di lini tengah, merebut bola, kemudian melancarkan serangan balik melalui Ole Romeny dan pemain-pemain yang memiliki kecepatan.

Ole Romeny tidak hanya membantu serangan. Ia beberapa kali turun ke lini pertahanan untuk membantu rekan-rekannya menghadapi tekanan Malaysia. Pergerakannya juga mengganggu koordinasi lini belakang lawan ketika Indonesia mendapatkan kesempatan menyerang.

Malaysia Terus Menekan

Malaysia mengandalkan kombinasi Aiman, Corbin Ong, Bergson, Brathwaite, dan Dion Cools. Dion Cools bahkan beberapa kali maju hingga mendekati kotak penalti Indonesia untuk menambah jumlah pemain dalam serangan.

Corbin Ong dan Dion Cools berulang kali mengirimkan bola ke area berbahaya. Umpan silang Malaysia sempat membuat lini pertahanan Indonesia berada dalam tekanan, tetapi para pemain Garuda tetap fokus dan mampu melakukan sapuan penting.

Bergson juga mendapat pengawalan ketat dari Kevin Diks dan Altenberger. Indonesia berusaha menerapkan penjagaan satu lawan satu untuk membatasi ruang gerak pemain Malaysia tersebut.

Meski terus ditekan, Indonesia tidak hanya mengandalkan pertahanan pasif. Pada beberapa kesempatan, Tim Garuda mampu merebut bola dan melancarkan serangan balik cepat. Namun, sejumlah peluang tersebut belum berhasil dikonversi menjadi gol.

Indonesia Melakukan Pergantian Pemain

Pelatih John Herdman kemudian melakukan pergantian pemain di posisi bek kiri. **Nathan Tjoe-A-On** masuk menggantikan **Dean James**, yang sebelumnya tampil cukup baik dalam membantu pertahanan.

Pergantian tersebut diharapkan dapat memberikan tenaga baru untuk meredam kecepatan Aiman. Di lini tengah, Ivar Jenner terus menjalankan tugasnya dalam sistem penjagaan zona, sedangkan Mitch Bakker turut turun membantu pertahanan dan mengawal Corbin Ong.

Indonesia juga berusaha menempatkan Rizky Ridho sebagai salah satu opsi di lini depan. Dengan peran tersebut, Indonesia memiliki target yang lebih jelas saat memainkan bola-bola panjang maupun ketika memperoleh peluang dari situasi bola mati.

Memasuki menit-menit akhir, Malaysia semakin gencar mengirimkan umpan silang. Namun, pertahanan Indonesia tetap mampu menjaga konsentrasi. Elkan Baggott beberapa kali memenangkan duel udara dan melakukan clearance untuk menjauhkan bola dari area berbahaya.

Kevin Diks dan Rizky Ridho juga memberikan covering penting ketika pemain Malaysia berusaha masuk dari sisi pertahanan Indonesia. Dukungan puluhan ribu penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak berhenti mengalir untuk Timnas Garuda.

Peluang Terakhir Indonesia

Pada penghujung laga, Indonesia mendapatkan kesempatan melalui bola mati. Kevin Diks bersiap mengambil tendangan, sementara Elkan Baggott dan Rizky Ridho maju ke area penalti Malaysia.

Bola kemudian dikirimkan ke kotak penalti, tetapi masih dapat diamankan oleh pemain lawan. Indonesia kembali mencoba memanfaatkan bola kedua, namun Corbin Ong dan barisan pertahanan Malaysia mampu mengantisipasinya.

Peluit panjang akhirnya dibunyikan. Indonesia yang bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-16 berhasil bertahan dan meraih satu poin dari laga tersebut.

Kevin Diks Kecewa dengan Kartu Merah Tom Haye

Usai pertandingan, Kevin Diks mengakui bahwa Timnas Indonesia memiliki target berbeda dalam laga melawan Malaysia. Namun, kartu merah Tom Haye membuat perjuangan Indonesia menjadi jauh lebih berat.

> “Kami memiliki target yang berbeda untuk pertandingan hari ini. Namun, saya harus mengatakan bahwa hal seperti ini memang bagian dari sepak bola. Ketika bermain dengan sepuluh pemain, situasi seperti itu bisa terjadi. Tom tidak melakukannya dengan sengaja. Hal tersebut bisa terjadi kepada siapa saja, bahkan kepada saya,” ujar Kevin.

Kevin menilai insiden tersebut berlangsung sangat cepat, terutama setelah wasit menggunakan bantuan teknologi VAR. Menurutnya, Tom Haye tidak memiliki niat untuk melakukan pelanggaran yang berujung pada kartu merah.

Ia juga mengaku kecewa karena para pemain dan pelatih harus menghadapi situasi sulit dengan bermain menggunakan sepuluh pemain dalam waktu yang cukup panjang.

> “Saya bangga kepada para pemain yang tetap berjuang dengan sepuluh pemain. Namun, menurut saya, situasi ini tidak baik bagi para pemain maupun pelatih. Berjuang dengan sepuluh pemain dalam waktu yang sangat lama tentu sangat sulit. Saya kecewa dengan situasi ini, tetapi memang bermain dengan sepuluh pemain tidak mudah dalam sepak bola.”

Meski kecewa, Kevin tetap memberikan apresiasi kepada seluruh pemain Indonesia yang mampu menjaga semangat hingga pertandingan berakhir. Ia menilai para pemain telah berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan hasil pertandingan.

Ketika ditanya mengenai hal yang harus diperbaiki untuk pertandingan berikutnya melawan Bangladesh, Kevin memberikan jawaban singkat dan tegas.

> “Kami harus mencetak gol sebanyak-banyaknya. Itu saja.”

Dengan hasil ini, Timnas Indonesia harus segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya melawan Bangladesh. Kevin Diks juga berharap dukungan dari para suporter dan seluruh masyarakat Indonesia terus diberikan kepada Timnas Garuda.

( Red 0 Ferry )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *