Seputarkasus.id||Surabaya – Di tengah meningkatnya berbagai persoalan hukum yang kerap membelit masyarakat, advokat sekaligus aktivis Bung Taufik mengambil langkah konkret dengan mendirikan Rumah Aspirasi Bung Taufik. Wadah ini dihadirkan sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk mengadu, mencari pendampingan, serta memperjuangkan hak-haknya secara adil dan bermartabat.
Rumah aspirasi ini menjadi jawaban atas keresahan publik yang selama ini merasa kesulitan mengakses keadilan. Beragam persoalan seperti konflik agraria, praktik mafia tanah, ketidakadilan dalam proses hukum, hingga dugaan mafia peradilan menjadi fokus utama yang siap dikawal.
Bung Taufik menegaskan, pendirian Rumah Aspirasi dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus yang menunjukkan masih timpangnya akses keadilan di tengah masyarakat, khususnya bagi kalangan kecil yang kerap menjadi korban.
“Banyak masyarakat terjerat persoalan karena faktor ekonomi, bantuan sosial, ketenagakerjaan, hingga praktik mafia hukum. Ini tidak bisa dibiarkan. Negara harus hadir, dan kami siap mengambil bagian untuk itu,” tegasnya.
Ia menambahkan, Rumah Aspirasi bukan sekadar tempat pengaduan, melainkan pusat perjuangan rakyat dalam mencari keadilan. Masyarakat dapat menyampaikan keluhan secara langsung maupun melalui layanan hotline yang dibuka selama 24 jam.
“Silakan datang atau hubungi kami kapan saja. Kami siap mendengar, membantu, dan mengawal setiap persoalan hingga tuntas,” ujarnya.
Untuk memperluas akses, Bung Taufik juga membuka layanan pengaduan melalui nomor pribadinya di 081-7036-90332 yang dapat dihubungi kapan pun.
“Ini panggilan hidup saya. Selama masih ada ketidakadilan, kami akan tetap berdiri bersama masyarakat,” tambahnya.
Dengan kehadiran Rumah Aspirasi Bung Taufik, diharapkan masyarakat, khususnya di Jawa Timur dan Madura, tidak lagi merasa sendiri dalam menghadapi persoalan hukum. Wadah ini menjadi simbol keberpihakan kepada rakyat serta komitmen nyata dalam mengawal setiap aspirasi hingga menemukan keadilan yang sesungguhnya.
“Rumah ini adalah rumah rakyat. Tempat menyuarakan kebenaran dan melawan ketidakadilan,” pungkas Bung Taufik.
( Red )


















