Seputarkasus.id||Mojokerto – Pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk generasi penerus bangsa. Untuk memperkuat peran tersebut, kemandirian ekonomi pesantren menjadi salah satu hal yang terus didorong.
Hal itu dilakukan YBM PLN UIP JBTB melalui dukungan kepada Pondok Pesantren Tarbiyatul Aulad, Pulorejo, Kota Mojokerto. Bantuan diberikan untuk mendukung pengembangan usaha pesantren berupa Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).
Bantuan senilai Rp10 juta tersebut dimanfaatkan untuk penambahan maupun perbaikan fasilitas dan peralatan usaha AMDK yang dikelola lembaga pesantren. Selain bantuan modal, YBM PLN UIP JBTB juga mendorong adanya pendampingan agar usaha yang dikembangkan pesantren dapat berjalan secara berkelanjutan.
Mojokerto dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki banyak pondok pesantren. Keberadaan pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pemberdayaan masyarakat.
Melalui program kemandirian pesantren, YBM PLN UIP JBTB berharap pesantren memiliki sumber daya ekonomi yang dapat menopang kebutuhan operasional dan pendidikan para santri.
Terlebih, Pondok Pesantren Tarbiyatul Aulad memiliki komitmen untuk memberikan pendidikan kepada santri dengan biaya yang terjangkau, termasuk membantu santri dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatul Aulad Pulorejo, Kiai Ismail, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan YBM PLN UIP JBTB.
“Kami selaku pengasuh dan pengurus Pondok Pesantren Tarbiyatul Aulad Pulorejo, Kota Mojokerto, menghaturkan ribuan terima kasih atas bantuan sebesar Rp10 juta untuk penambahan dan perbaikan fasilitas serta alat usaha lembaga kami, AMDK (Air Minum Dalam Kemasan),” ujar Kiai Ismail.
Menurut dia, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan usaha pesantren.
“Semoga bantuan ini membawa keberkahan dan kebaikan bagi lembaga kami. Kepada segenap donatur dari YBM PLN, semoga senantiasa diberikan keberkahan dan rezeki yang melimpah. Aamiin yaa Rabbal ‘Alamiin,” imbuhnya.
Sementara itu, Achmad Fatkhurrozi dari YBM PLN UIP JBTB mengatakan, dukungan terhadap kemandirian pesantren merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Ini adalah bentuk ikhtiar kita untuk menyukseskan peran pesantren dalam mencetak generasi emas masa depan. Karena itu, kemandirian pesantren menjadi penting agar pesantren memiliki kemampuan untuk menopang kebutuhan operasional dan pendidikan para santri,” kata Achmad.
Ia menambahkan, pengembangan unit usaha di lingkungan pesantren diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pesantren tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan pihak lain dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan pembinaan santri.
“Harapannya, melalui pengembangan usaha AMDK ini, pesantren bisa semakin mandiri dan lebih tenang dalam membiayai santri, terutama mereka yang memiliki keterbatasan biaya pendidikan. Semoga bantuan ini bisa meringankan kebutuhan pesantren sekaligus menjadi awal dari berkembangnya usaha yang memberikan manfaat lebih luas,” pungkasnya.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen YBM PLN UIP JBTB dalam mendorong pemberdayaan berbasis kemandirian. Bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga membangun kemampuan agar lembaga penerima manfaat dapat berkembang dan menciptakan kebermanfaatan secara berkelanjutan.
Dengan semakin kuatnya kemandirian ekonomi, pesantren diharapkan dapat terus menjadi pusat pendidikan, dakwah, sekaligus pemberdayaan masyarakat di tengah berbagai tantangan zaman.
( Red / Ferry )


















