banner 728x250

Tegal Deso Warga Ngesong Dukuh Kupang, Tradisi Syukur yang Perkuat Kebersamaan dan Lestarikan Budaya

banner 120x600
banner 468x60

 

Seputarkasus.id||Surabaya – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Tegal Deso (Merti Desa/Bersih Desa) yang digelar oleh warga Ngesong, Dukuh Kupang, Surabaya, pada Minggu, 28 Juni 2026. Tradisi tahunan yang telah diwariskan secara turun-temurun ini dihadiri oleh Camat Dukuh Pakis, Lurah Dukuh Kupang, Ibu Kapolsek Dukuh Pakis, Bhabinkamtibmas, Babinsa, para Ketua RW 01 hingga RW 08, Ketua RT se-RW 06, tokoh agama, tokoh masyarakat, sesepuh kampung, para donatur, rekan-rekan media, tamu undangan, serta ratusan warga yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

banner 325x300

Mengawali acara, perwakilan sesepuh kampung menyampaikan salam dan mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga tradisi Merti Desa kembali dapat diselenggarakan. Dalam sambutannya, sesepuh kampung mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan, kebersamaan, dan semangat gotong royong sebagai warisan para leluhur yang harus terus dilestarikan.

Rangkaian prosesi kemudian diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Bapak Sugeng Pramono. Seluruh warga bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar masyarakat Ngesong, Dukuh Kupang senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, keberkahan, rezeki yang melimpah, serta dijauhkan dari segala bentuk musibah. Doa juga dipanjatkan agar tradisi Merti Desa tetap lestari sebagai warisan budaya yang mampu mempererat persatuan dan kebersamaan.

Mewakili panitia, Ketua Panitia Rizki Irfansah mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, masyarakat, panitia, para Ketua RW dan RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, para donatur, serta rekan-rekan media yang telah memberikan dukungan sehingga rangkaian kegiatan Merti Desa Tahun 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan kegiatan.

Menurut panitia, tradisi Merti Desa di Ngesong, Dukuh Kupang telah berlangsung selama puluhan tahun, bahkan diperkirakan telah berusia hampir setengah abad. Tradisi ini terus dilestarikan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, keselamatan, kesehatan, dan keberkahan yang diberikan kepada seluruh warga.

Rangkaian kegiatan Merti Desa Tahun 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat, 26 Juni hingga Minggu, 28 Juni 2026. Kegiatan diawali dengan pengajian umum yang menghadirkan KH Imam dari Benowo, dilanjutkan dengan ruwatan pada malam harinya. Puncak acara digelar pada Minggu, 28 Juni 2026 melalui prosesi selamatan bersama yang menjadi simbol doa agar seluruh warga senantiasa diberikan keselamatan, kesejahteraan, dan kemakmuran.

Sebelum prosesi dimulai, panitia mengajak seluruh warga menghormati waktu azan. Setelah azan selesai dikumandangkan, rangkaian acara pun dimulai. Warga yang mengikuti prosesi diimbau memasuki area kegiatan yang telah disediakan dan tidak berada di luar pagar, karena pembagian tumpeng hanya dilakukan kepada peserta yang berada di dalam area acara demi menjaga ketertiban dan kelancaran prosesi.

Dalam rangkaian acara tersebut, Ketua Panitia Rizki Irfansah secara simbolis menyerahkan tumpeng kepada Camat Dukuh Pakis sebagai tanda dimulainya prosesi Merti Desa. Penyerahan tersebut menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, serta harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi warga Ngesong, Dukuh Kupang.

Antusiasme masyarakat pada tahun ini sangat tinggi. Panitia mencatat jumlah tumpeng yang terkumpul mencapai 137 tumpeng dari warga RT 01 hingga RT 05. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 122 tumpeng, sehingga menjadi bukti semakin besarnya partisipasi masyarakat dalam menjaga tradisi Merti Desa.

Untuk menjaga kelancaran prosesi, panitia menata tumpeng dalam dua formasi, yaitu lingkaran kecil dan lingkaran besar, sehingga prosesi doa bersama, kirab, dan pembagian tumpeng dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan khidmat.

Dalam sambutannya, panitia berharap generasi muda terus menjaga dan melestarikan budaya adiluhung yang diwariskan para leluhur. Menurutnya, Merti Desa bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum mempererat silaturahmi, memperkuat gotong royong, serta menumbuhkan rasa persatuan dan kepedulian antarsesama.

“Yang terpenting bukan sekadar banyaknya tumpeng atau meriahnya acara, tetapi rasa kebersamaan, persatuan, dan kesatuan di antara kita semua,” ujar Ketua Panitia.

Di akhir acara, panitia kembali menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya, Pemerintah Kecamatan Dukuh Pakis, Pemerintah Kelurahan Dukuh Kupang, Ibu Kapolsek Dukuh Pakis, Bhabinkamtibmas, Babinsa, para Ketua RW dan RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, sesepuh kampung, para donatur, rekan-rekan media, serta seluruh warga yang telah berpartisipasi dan mendukung suksesnya pelaksanaan Merti Desa Tahun 2026.

Melalui pelaksanaan Tegal Deso ini, warga Ngesong, Dukuh Kupang berharap tradisi luhur yang telah diwariskan hampir setengah abad tersebut akan terus lestari, menjadi perekat persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, serta membawa keberkahan, keamanan, kesejahteraan, dan perlindungan bagi seluruh masyarakat.

( Red / Ferry )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *