Surabaya, Seputarkasus.id -Pertandingan antara Timnas Indonesia dan Bahrain berlangsung dengan intensitas tinggi dan emosi yang memuncak. Diawali dengan tempo lambat, Bahrain mendominasi permainan sejak menit awal. Gol pembuka datang di menit ke-14 melalui tendangan bebas Mohamed Marhoon, yang mengejutkan semua orang setelah tembakannya membentur mistar dan masuk ke gawang, meninggalkan kiper Maarten Paes tertegun.
Dengan keunggulan 1-0, Bahrain semakin berani menyerang, sementara Indonesia kesulitan untuk mengembangkan permainan. Tuan rumah menunjukkan agresivitas dengan bermain keras, berusaha menghentikan langkah Garuda sebelum bisa memasuki area berbahaya. Meski Timnas Indonesia tampak tertekan, mereka tetap berusaha mencari celah.
Menjelang akhir babak pertama, harapan muncul ketika Indonesia mampu menyamakan kedudukan. Mees Hilgers mengirim umpan silang dari sisi kiri, yang berhasil diteruskan Ragnar Oratmangoen dengan lututnya dari jarak dekat. Gol ini membangkitkan semangat para pemain dan pendukung, menjadikan skor 1-1 saat jeda.
Di paruh kedua, pelatih Shin Tae-yong melakukan rotasi dengan memasukkan beberapa pemain baru. Pergantian ini memberikan dampak positif, meskipun laga cenderung monoton. Namun, momentum Indonesia akhirnya terbangun pada menit 74. Setelah Marselino Ferdinan dilanggar di tengah lapangan, Thom Haye memberikan bola kepada Rafael Struick. Dengan tendangan lengkung yang indah, Struick membawa Indonesia berbalik unggul 2-1, mengingatkan penonton pada golnya di Piala Asia U23.
Meski telah unggul, Indonesia tidak bisa merasa tenang. Bahrain terus menekan, menciptakan beberapa peluang, termasuk satu tembakan dari Komail Al Aswad yang bisa diantisipasi Paes. Ketegangan semakin meningkat ketika wasit memberikan tendangan bebas untuk Bahrain di masa injury time. Dalam skenario dramatis, tendangan sudut pada menit ke-98 membawa Bahrain menyamakan kedudukan. Marhoon muncul kembali, menyundul bola masuk ke gawang Indonesia, dan membuat skor menjadi 2-2.
Pertandingan berakhir dengan hasil imbang, dan Timnas Indonesia merasakan kekecewaan setelah kehilangan tiga poin di depan mata. Meski ada perbaikan dalam permainan, mereka harus belajar dari momen-momen krusial untuk meningkatkan konsistensi di pertandingan mendatang. Ke depan, fokus pada penyelesaian peluang dan memperkuat lini pertahanan menjadi kunci untuk meraih hasil lebih baik di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Herman


















