banner 728x250

Inovasi Mahasiswa ITS: MobiAi, Kursi Roda Cerdas yang Dikendalikan Gerakan Mata untuk Penyandang Disabilitas

banner 120x600
banner 468x60

Surabaya, Seputarkasus.id – Tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Agus Fuad Mudhofar, Sidiq Bimo Pangestu, dan Nabila Mutiara Susetio, berhasil menciptakan inovasi revolusioner berupa kursi roda yang dikendalikan dengan gerakan mata, bernama MobiAi. Inovasi ini diinisiasi sebagai proyek dalam tim Sambal Telur, terinspirasi dari materi mata kuliah Pengolahan Citra, dan ditujukan untuk membantu penyandang disabilitas, khususnya mereka yang menderita amyotrophic lateral sclerosis (ALS), serta lansia yang mengalami penurunan kemampuan motorik.

MobiAi menggunakan teknologi canggih berupa kamera yang terintegrasi dengan algoritma convolutional neural network (CNN). Algoritma ini memungkinkan sistem kursi roda mengenali gerakan mata pengguna sebagai perintah untuk bergerak, tanpa memerlukan bantuan fisik. Salah satu keunggulan utama dari kursi roda ini adalah kemampuan adaptasi kamera yang tidak mengganggu pandangan pengguna, membuatnya lebih nyaman dan intuitif untuk digunakan.

banner 325x300

Lebih lanjut, inovasi ini dilengkapi dengan sistem pemantauan jarak jauh berbasis Internet of Things (IoT), yang memungkinkan pemantauan langsung oleh pendamping atau keluarga. Sistem yang dinamai MobiAi Patient Tracker System ini memungkinkan pemantau melihat posisi dan jejak pergerakan kursi roda secara real-time melalui layar komputer. Hal ini memberikan rasa aman lebih bagi keluarga atau pengasuh yang perlu memantau kondisi pengguna, terutama di lingkungan yang luas atau ketika pengguna berada di luar pengawasan langsung.

Meski saat ini masih berupa prototipe, MobiAi telah menunjukkan potensi besar. Tim Sambal Telur berhasil meraih penghargaan juara Harapan dalam kategori IoT pada ajang Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) ke-17 yang diadakan di Universitas Negeri Semarang. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi mereka memiliki dampak yang signifikan dalam bidang teknologi kesehatan.

Namun, Agus selaku ketua tim mengakui bahwa masih ada tantangan yang harus dihadapi dalam pengembangan MobiAi, salah satunya adalah biaya produksi komponen yang cukup tinggi. Tim berharap dapat mengatasi kendala ini dan mengembangkan MobiAi lebih lanjut hingga dapat diproduksi secara massal dan digunakan di berbagai rumah sakit atau fasilitas kesehatan di Indonesia.

Dengan potensi besar untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup penyandang disabilitas, MobiAi diharapkan menjadi solusi nyata di bidang mobilitas. Tim Sambal Telur yakin bahwa, dengan dukungan lebih lanjut dari berbagai pihak, inovasi ini dapat terus disempurnakan sehingga bisa diakses lebih luas oleh mereka yang membutuhkan.

 

Herman

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *