Kayong Utara, Seputarkasus.id – Pasalnya program Perkumpulan petani pemakai air (P3A) yang berlokasi di desa Pangkalan Buton Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat merupakan urat nadi penunjang peningkatan para petani di wilayah tersebut.
Namun kali ini kenyataannya hanya buat kami petani sulit untuk mendapatkan air yang maksimal.
Bocornya saluran air kemana mana sehingga air tidak bisa di kendalikan.
ini jelas merugikan kami sebagai petani lokal, kerjaannya asal asalan, harusnya dinding beton itu di blaster bukan main letak letak saja, lantainya juga main letak bahkan ada yang tidak berlantai.
Sementara P3A di desa desa lain rapi, dinding nya di blaster lantai nya juga di blaster, nah di desa kami pangkalan buton,tidak karuan kerjaan nya.
Kalau kita bicara korupsi ini jelas, berapa kubik kasi beton yang hilang, ironisnya pekerjaan ini bisa cair 100%, kalau ternyata itu benar, terus untuk perbaikan pakai anggaran dana mana lagi? yang ada rakyat rugi, negara rugi, yang untung besar oknum pelaksana kegiatan.
Maka dari itu kami minta Aparat penegak hukum Polres Kayong Utara, segara usut kasus ini sampai ke akar akarnya.
“Jika pun kami warga di minta buat laporan pengaduan, kapan pun siap,” Ungkap Warga petani yang tidak mau di sebutkan nama nya.
red
Lebih lanjut, menyikapi permasalahan ini Ketua lembaga Pemerhati Lingkungan Dan Pemberantas Korupsi (LPL&PK) Kalbar, Joni Siregar Menjelaskan Program Perkumpulan petani pemakai air yang selanjutnya disebut P3A adalah kelembagaan pengelolaan irigasi yang menjadi wadah petani pemakai air dalam suatu daerah layanan atau petak tersier.
Atau desa yang dibentuk secara demokratis oleh petani pemakai air termasuk lembaga lokal pengelola irigasi.
arti nya program P3A ini harus serius dalam penanganan nya mana boleh asal asal kerja, ini uang negara harus ada pertanggung jawaban nya. Jelas Joni
Ia juga menegaskan jika ini tidak segera di benahi cepat atau lambat tim kami akan turun kedua kali nya kebupaten kayong utara, Tutup Joni.
(Tim)


















