banner 728x250

Pembangunan Smelter di Pulau Maya, Warga Minta Pemerintah Tinjau Kembali Dampak Bagi Nelayan Sekitar

banner 120x600
banner 468x60

Kayong Utara, Seputarkasus.id –Masyarakat pulau maya terdiri Lima desa Tanjung Satai Satai Lestari Kamboja Dusun kecil dan Dusun besar. mayoritas masyarakat dengan berpenghasilan laut ( Nelayan).Jumat,21/02/2025.

Hasyim (41 tahun) mewakili masyarakat pulau maya, memberikan Apresiasi kepada pemerintah dan pihak perusahaan PT Dharma ini bersama (DIB) dengan adanya membangun Smelter di penebang Desa Pelapis kepulauan Karimata.

banner 325x300

Namun adanya pembangunan perusahaan (smelter) di lokasi pulau penebang jarak dari pesisir diperkirakan hanya 9 mil ini akan berdampak langsung dengan kami sebagai masyarakat Nelayan atau lingkungan karena kawasan atau area (laut) sudah menjadi satu kesatuan para Nelayan pulau maya beraktivitas sehari-hari dalam mencari Nafkah (rejeki).

Kedepannya akan berpengaruh kepada kami masyarakat pulau Maya khusus nelayan, nelayan Pulau Maya hanya nelayan tradisional bukan Nelayan proposional .

Kami sebagai masyarakat pulau Maya merasa diabaikan tentang masalah lingkungan, sampai saat ini kami masyarakat belum ada penjelasan atau sosialisasi tentang AMDAL. pemerintah sudah mengatur uu pasal 22 tahun 2021 tentang AMDAL terdiri tiga bagian

1.Pendekatan studi tunggal  2.Pendekatan studi terpadu 3.Pendekatan studi kawasan

“Namun tiga poin diatas belum dilaksanakan kepada masyarakat pulau Maya, seharusnya pulau maya (masyarakat) juga menjadi ring satu seperti desa Pelapis mengingat dampak lingkungan berpengaruh besar kepada kami khusus Nelayan,” Ujar Hasyim.

Kami menaruh harapan besar kepada Pemerintah daerah kabupaten kayong utara, Pemprov Kalbar, khusus pemerintah pusat, karena isu yang beredar bahwa perusahaan DIB masuk dalam proyek strategis nasional (PSN)

1.Dinas (LH) Lingkungan hidup Kayong Utara
2.Dinas PUTR Kayong Utara
3.Dinas kelautan Kayong Utara
4.Dinas (LH) lingkungan hidup provinsi Kalimantan Barat. Agar dapat meninjau kembali tentang AMDAL oleh perusahaan PT Dharma ini bersama (DIB) mengingat dampak kedepannya kepada Nelayan sangat besar.

“Kami masyarakat pulau Maya meminta kepada dinas terkait masalah AMDAL secepatnya mengadakan pertemuan (Rapat) agar kami sebagai Masyarakat Pulau Maya, tidak merasa diabaikan,” tutup Hasyim.

 

(Juminggu)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *