Surabaya, Seputarkasus.id – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur (DPRD Jatim) periode 2024-2029 resmi dilantik hari ini. Pelantikan berlangsung sesuai dengan Surat Keputusan Kementerian Dalam Negeri Nomor 100.2.1.4-4319 dan 100.2.1.4-4326 Tahun 2024.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berhak mengisi kursi Ketua DPRD dengan raihan 27 kursi, sementara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra masing-masing akan mengisi posisi Wakil Ketua, mengingat masing-masing meraih 21 kursi. Selain itu, Partai Golkar dengan 15 kursi dan Partai Demokrat dengan 11 kursi juga mendapatkan peran penting dalam struktur dewan.
Setelah pelantikan, Musyafak Rouf, yang terpilih sebagai Ketua DPRD, menyatakan bahwa langkah awal yang akan diambil adalah melengkapi alat kelengkapan dewan (AKD). Hal ini meliputi pembentukan komisi-komisi, Badan Anggaran (Banggar), dan Badan Musyawarah (Bamus). Menurut Rouf, struktur yang jelas di dalam dewan sangat penting agar setiap bidang dapat melaksanakan tugasnya secara efektif.
“Penetapan AKD akan segera dilakukan, termasuk pemilihan ketua dan anggota di setiap komisi. Kami bertekad untuk segera mengelola pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025,” ujarnya.
Rouf menekankan pentingnya menyiapkan APBD dengan tepat waktu, serta memastikan bahwa setiap alokasi anggaran memperhatikan prinsip keadilan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.
Rouf juga menyoroti peran Banggar dalam mengelola anggaran dengan transparan dan akuntabel. “Setiap rupiah yang dialokasikan dalam APBD harus digunakan secara efektif dan tepat sasaran,” tegasnya. Ia berkomitmen untuk menjadikan transparansi dan akuntabilitas sebagai kunci dalam pengelolaan anggaran daerah.
Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, yang hadir dalam acara pelantikan, memberikan ucapan selamat kepada pimpinan yang baru dilantik. Ia yakin bahwa proses perencanaan APBD 2025 akan berjalan dengan lancar berkat penetapan pimpinan dan kelengkapan DPRD yang baru.
Adhy menambahkan bahwa penetapan ini akan sangat mempengaruhi kelancaran perencanaan anggaran tahun depan, yang ditargetkan selesai sebelum tanggal 10 November. Dengan adanya pimpinan yang baru, diharapkan DPRD Jatim dapat menjalankan fungsinya secara optimal demi kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.
Herman


















