Seputarkasus.id||Madiun – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan, suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid At-Taubah Lapas Kelas I Madiun, Kamis (19/03/2026). Ratusan warga binaan larut dalam dzikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Gus Mamang, pengasuh Pondok Pesantren Riyadhul Jannah Kota Madiun.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan momentum penguatan spiritual yang menyentuh hati para warga binaan. Dengan penuh ketenangan, mereka mengikuti setiap lantunan doa, seakan menjadikan penghujung Ramadhan sebagai titik balik dalam perjalanan hidup mereka.
Dalam tausiyahnya, Gus Mamang menegaskan bahwa akhir Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri dan menata masa depan yang lebih baik.
“Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa perubahan. Inilah saatnya kita kembali kepada Allah dengan hati yang bersih,” tegasnya di hadapan jamaah.
Kepala Lapas I Madiun, Andi Wijaya Rivai, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa pembinaan spiritual menjadi salah satu fondasi penting dalam proses perubahan warga binaan.
“Kami ingin Ramadhan ini benar-benar meninggalkan jejak positif. Bukan hanya selama di dalam Lapas, tapi juga saat mereka kembali ke masyarakat nanti,” ujarnya.
Tak hanya memperkuat nilai keimanan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan dalam suasana penuh kebersamaan. Antusiasme peserta terlihat dari kesungguhan mereka mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Doa bersama ini menjadi penegas bahwa di balik tembok Lapas, harapan untuk berubah dan menjadi lebih baik tetap menyala—terutama di penghujung Ramadhan yang penuh berkah.
( Red )


















