Jakarta, Seputarkasus.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengambil langkah tegas dengan mencopot tiga pejabat di kementeriannya yang terlibat dalam praktik korupsi. Tindakan ini menyusul laporan bahwa ketiga pejabat tersebut menerima suap mencapai Rp 10 miliar dari sejumlah pengusaha dalam proyek pengadaan.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Mentan mengungkapkan bahwa pencopotan dilakukan dengan cepat sebagai bentuk komitmen kementerian untuk menjaga integritas dan menghilangkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
“Saya langsung copot mereka setelah menerima laporan. Ini adalah langkah awal untuk memastikan tidak ada tempat bagi pelaku korupsi di Kementerian Pertanian,” tegasnya.
Andi Amran menjelaskan bahwa tindakan ini juga merupakan respons terhadap keluhan masyarakat dan petani yang merasa dirugikan oleh praktik tidak etis yang merugikan sektor pertanian.
“Kami ingin membangun kepercayaan petani terhadap pemerintah. Ketidakadilan seperti ini harus dihentikan,” katanya.
Mentan juga menekankan bahwa tindak pidana korupsi tidak akan ditoleransi. Ia berjanji akan memproses seluruh pelaku hingga ke akar-akarnya, tanpa memandang jabatan.
“Bagi saya, kesejahteraan petani adalah yang utama. Kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan terhadap siapapun yang merugikan mereka,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Andi Amran juga mengingatkan seluruh pegawai di Kementerian Pertanian untuk menjaga etika dan integritas dalam menjalankan tugas.
“Jika ada yang berani bersekongkol atau melanggar hukum, mereka akan menghadapi konsekuensi serius,” ucapnya.
Dengan langkah berani ini, Andi Amran berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan mendukung upaya peningkatan kesejahteraan petani di Indonesia. Ia menekankan bahwa langkah ini hanyalah awal, dan akan terus mengawasi serta menindaklanjuti setiap indikasi korupsi di kementeriannya.
Herman


















