banner 728x250

Perayaan Madditana Petta Manurungnge, Mengukuhkan Tradisi di Wanua Gilireng

banner 120x600
banner 468x60

Gilireng, Wajo, Seputarkasus.id – Ratusan anggota keluarga dan masyarakat setempat berkumpul dengan semangat yang tinggi untuk merayakan Madditana Petta Manurungnge, sebuah tradisi yang sudah turun temurun. Acara dimulai pada Senin, 28 Oktober, usai shalat Azhar, dengan pelaksanaan Petta Manurungnge bertajuk “Turun Maddibola.” Momen pembukaan diwarnai sambutan hangat dari para pemuka adat dan tokoh masyarakat, yang menekankan pentingnya pelestarian budaya ini.

Dalam rangkaian acara ini, salah satu highlight adalah pencucian benda-benda pusaka kerajaan Gilireng. Proses ini dilakukan oleh para pemangku adat dan keturunan raja atau datu, termasuk di antaranya tombak dan keris yang dikenal dengan nama Petta Manurunnge . Ritual ini bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga simbol penghormatan terhadap warisan leluhur.

banner 325x300

Selama tiga malam ke depan, mulai Selasa hingga Kamis, akan digelar arak-arakan Petta Manurungnge di sekitar Wanua Gilireng setelah shalat Isya. Masyarakat antusias menyambut kegiatan ini, yang merupakan bagian penting dari perayaan. Dalam tradisi, Petta Manurungnge akan dibawa berlari mengelilingi kampung, menciptakan suasana yang meriah dan penuh kebersamaan.

Puncak acara dijadwalkan pada Jumat, 1 November, yang dikenal sebagai Maccera Arajang. Malam Jumat akan menjadi malam khusus, di mana diadakan taddampuna Petta, dengan berbagai ritual dan tradisi yang dipersembahkan secara khidmat. Acara ini menjadi saat refleksi untuk menghormati para leluhur, serta meneguhkan kembali nilai-nilai persatuan dan kebersamaan di antara masyarakat.

Madditana Petta Manurungnge lebih dari sekadar pertemuan keluarga; ini merupakan upaya pelestarian budaya yang sangat penting. Generasi muda diajak terlibat aktif dalam setiap kegiatan, memastikan bahwa warisan budaya ini tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Melalui acara ini, diharapkan akan tercipta kedalaman makna bagi semua peserta, serta memperkuat hubungan sosial di antara warga Wanua Gilireng. Dengan semangat kebersamaan dan cinta terhadap budaya, Madditana Petta Manurungnge diharapkan menjadi langkah maju dalam menjaga tradisi yang sangat berharga bagi komunitas.

 

Herman

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *