Karangasem, Bali. Seputarkasus.id – Semangat menjaga kelestarian alam diwujudkan jajaran Partai Demokrat Provinsi Bali melalui gerakan “Langit Biru Indonesia Asri” dalam rangka memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat.
Kegiatan yang digelar pada Jumat (28/8/2026) tersebut berlangsung di sejumlah lokasi di Bali. Salah satu kegiatan utama dipusatkan di kawasan Goa Lawah dan Pantai Jasri, Kabupaten Karangasem, dengan melibatkan kader Demokrat dari berbagai daerah, termasuk kolaborasi DPC Partai Demokrat Kabupaten Klungkung dan DPC Partai Demokrat Kabupaten Karangasem.
Gerakan “Langit Biru Indonesia Asri” menjadi bentuk aksi nyata Partai Demokrat dalam mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Para kader turun langsung membersihkan sampah di kawasan pantai sekaligus menggelar kegiatan sosial dan berbagai perlombaan untuk mempererat kebersamaan.
Puncak kegiatan di Pantai Jasri dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bali dari Partai Demokrat, Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Karangasem I Komang Wirawan, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali I Made Mudarta, S.Sos., serta ratusan kader Partai Demokrat Kabupaten Karangasem.
Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali I Made Mudarta mengatakan, momentum HUT ke-25 Partai Demokrat tidak hanya menjadi ajang memperkuat kekompakan dan soliditas kader, tetapi juga momentum untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
“Momentum HUT Partai Demokrat ke-25 selain untuk menggalang kekompakan dan soliditas, juga sebagai bentuk apresiasi kepada DPC Partai Demokrat Kabupaten Karangasem atas prestasinya pada Pemilu 2024 yang berhasil meraih suara signifikan dan memperoleh empat kursi DPR,” ujar Mudarta.
Mudarta berharap prestasi tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada Pemilu 2029. Ia mendorong seluruh kader agar tetap solid, bekerja untuk masyarakat, serta terus hadir melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung.
Menurutnya, pemilihan Pantai Jasri sebagai salah satu lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut berada di jalur strategis antara kawasan wisata Candidasa dan Taman Ujung yang semakin mendapat perhatian sebagai salah satu potensi pengembangan pariwisata di Kabupaten Karangasem.
“Gerakan Langit Biru Indonesia Asri ini menjadi bagian dari kepedulian kita terhadap lingkungan. Pantai dan kawasan wisata harus tetap bersih, asri dan terjaga sehingga memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan,” tegasnya.
Selain memiliki potensi wisata alam, Karangasem juga dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan budaya dan spiritual yang kuat. Berbagai pura suci dan kawasan spiritual menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Bali.
Di antaranya Pura Agung Besakih, yang berada di lereng Gunung Agung dan dikenal sebagai salah satu pusat spiritual terbesar di Bali. Kemudian Pura Lempuyang Luhur di Kecamatan Abang yang terkenal dengan panorama Gunung Agung serta julukan Gate of Heaven.
Ada pula Pura Pasar Agung di lereng Gunung Agung bagian selatan yang menjadi tempat persembahyangan sekaligus salah satu jalur menuju kawasan Gunung Agung, serta Pura Pejinengan Gunung Tap Sai di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang.
Kawasan pesisir Karangasem juga memiliki sejumlah tempat suci dan memiliki nilai budaya, salah satunya Pura Lingga Yoni Ujung di kawasan Pantai Ujung.
Mudarta menambahkan, pelestarian lingkungan harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan kawasan suci. Kebersihan destinasi wisata tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat dan seluruh elemen daerah.
“Lempuyang artinya lampu penerang dan Yang adalah Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Jadi, jika hati kita ingin terang, kita harus sembahyang ke Pura Lempuyang,” ungkapnya.
Melalui gerakan “Langit Biru Indonesia Asri”, Partai Demokrat Bali menegaskan bahwa peringatan HUT ke-25 tidak sekadar dilakukan melalui seremoni, tetapi juga diwujudkan dalam aksi langsung menjaga lingkungan, memperkuat kebersamaan kader, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik kesadaran bersama agar kebersihan pantai, kawasan wisata, maupun lingkungan sekitar tetap terjaga, sehingga keindahan alam Karangasem dapat terus dinikmati generasi mendatang.
Daeng


















