banner 728x250

Pejabat Polres Solok Selatan Tembak Rekan Kerja, Kasat Reskrim Tewas

banner 120x600
banner 468x60

Solok Selatan, Seputarkasus.id – Tragedi penembakan di Polres Solok Selatan, Sumatera Barat, kembali mengguncang dunia kepolisian Indonesia.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Solok Selatan, Ajun Komisaris Dadang Iskandar, menembak rekannya, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim), Ajun Komisaris Ulil Ryanto Anshari, di area parkir Polres setempat, pada Jumat, 22 November 2024, sekitar pukul 00.43 WIB, Akibat tembakan tersebut, Ulil meninggal dunia dengan luka tembak di kepala, pada Jumat, 22 November 2024, sekitar pukul 00.43 WIB

banner 325x300

Kapolda Sumatera Barat, Inspektur Jenderal Suharyono, membenarkan insiden tersebut dalam konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Suharyono menjelaskan bahwa peristiwa penembakan bermula saat tim Satuan Reskrim Polres Solok Selatan menangkap tersangka terkait tambang ilegal galian C. Tiba-tiba, sekitar pukul 00.43 WIB, terdengar suara tembakan dari luar gedung. Ketika anggota keluar, mereka menemukan Kasat Reskrim Ulil tergeletak dengan dua luka tembak di bagian pelipis dan pipi kanan.

Menurut penyelidikan awal, pelaku, yang diketahui adalah Dadang Iskandar, langsung melarikan diri menggunakan mobil dinas jenis Isuzu Dmax berplat nomor 3-46. Polisi menemukan sembilan selongsong peluru kaliber 9 mm yang tersebar di dua lokasi: dua selongsong di dekat ruang identifikasi dan tujuh lainnya di rumah dinas Kapolres.

Penyelidikan sementara mengindikasikan bahwa penembakan ini dipicu oleh ketidaksenangan Dadang terhadap penangkapan seorang tersangka tambang ilegal oleh tim Satuan Reskrim yang dipimpin oleh korban. Meskipun demikian, Kapolda Sumbar menekankan bahwa pihaknya masih mendalami lebih lanjut motif di balik tindakan kekerasan tersebut.

Sekitar pukul 03.00 WIB, pelaku Dadang menyerahkan diri kepada Polda Sumbar setelah melarikan diri sebelumnya. Kapolda memastikan bahwa penyelidikan atas insiden ini akan dilakukan secara transparan dan tanpa pandang bulu.

“Kami akan segera menyelidiki kejadian ini secara tuntas. Tidak ada tempat untuk penyalahgunaan wewenang, apalagi tindakan kekerasan dalam institusi kepolisian,” ujar Suharyono.

Kapolda juga menyatakan bahwa insiden tragis ini tidak akan mengganggu penegakan hukum yang sedang berjalan di wilayah tersebut. Sementara itu, jenazah AKP Ulil Ryanto Anshari telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Polisi akan terus mengusut lebih dalam kasus ini untuk mengungkap segala detail yang ada.

Tragedi ini menyisakan duka mendalam di lingkungan kepolisian, dan menjadi peringatan keras akan pentingnya menjaga solidaritas dan keharmonisan dalam institusi yang bertugas melindungi masyarakat.

 

Herman

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *